Tampilkan postingan dengan label KARYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KARYA. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Oktober 2014


Pemulung Pesisir

 Terserah kawan, kau sebut ini cerpen, dongeng, rangkaian kata yang tak bertepi, kau bebas menamainya, tak ada paksaan atau diskriminasi sedikitpun dariku.
Sebut saja namaku jenar, hanya itu tidak ada tambahan ahmad, abdul, micheal, atau apalah karena memang hanya itu.
Aku pun tidak tahu mengapa simbok memberiku nama itu padaku, mungkin karena dia ngefans sama pangeran mahesa jenar yang gagah berani itu. Atau juga karena syeh siti jenar yang terkenal dengan kemisteriusan tentang ajarannya. Entahlah, soalnya dia tidak pernah cerita  dan aku malas menanyakan hal sepele seperti itu.

Minggu, 08 Juni 2014

PUISI GELAP

puisi gelap.....
kuberitahukan kepada gagak-gagak yang ada disana
sebuah nama tentang azam yang terlupa
ku katakan pada dia
yang kini telah tiada
wahai saudara-saudara
katakanlah kepada sahabatmu
bahwa kau adalah tuhan bagi dirimu sendiri

tuhan
apakah kau dengar
rintihan mata dari anak-anak azam
mati terkapar dalam dunia
hidup dalam raungan suara adzan
adakah kau dengar
mata-mata merah menyala
dibalik kurungan jeruji besi
tuhan,,,oh,,,tuhan
dimana kau berada

ro'suka
aku bukan siapa-siapa
yang numpanh hidup dibalik tanah
tanpa hati dan persaan
bisa ngopi dan ngrokok sudah luar biasa
tanpa paksaan dan tekanan
sruput....ngebul...
sruput....ngebul..


(Ngrembol Ndugal)